Hati-Hati, Berbahaya Ketika Terlalu Bergantung Pada Gps


Selamat pagi siang sore dan malam pembaca sekalian.Kali ini Teknologi997 akan membahas wacana Bahaya Ketika Terlalu Bergantung Pada GPS.
Aplikasi navigasi mirip Google Maps dan Waze mungkin tampak seolah-olah membuat Anda lebih gampang untuk mendapatkan informasi perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Namun tahukah pembaca sekalian, bahwa berdasarkan penelitian terbaru aplikasi ini bersama-sama bisa menciptakan otak kita menjadi malas dan udik.

Ahli saraf dan ilmuwan kognitif dari University College London gres-baru ini menerbitkan sebuah studi. Yang menunjukkan bahwa orang yang memakai ingatan mereka untuk menuju ke suatu tempat mempunyai kekuatan berpikir lebih tinggi dibanding mereka yang cenderung bergantung dengan petunjuk navigasi.



Para ilmuwan menyimpulkan ini dengan melacak acara otak dari 24 orang yang bersedia menjadi objek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menavigasi kawasan di sekitar Soho, London. Pada tes pertama, akseptor harus mencari tahu tujuan mereka sendiri, tanpa menggunakan pinjaman aplikasi navigasi apapun. Tetapi dalam tes kedua, mereka diminta menuju ke suatu tempat dengan menggunakan proteksi arah dari aplikasi navigasi. Hasilnya, ternyata mereka yang menggunakan memori mereka untuk hingga ke tujuan memiliki kegiatan otak yang lebih tinggi dibanding mereka yang bergantung pada aplikasi.

Menurut Hugo Spiers, penulis utama studi tersebut, hal ini mungkin sangat tidak baik bagi kita. Sebaiknya kita membiasakan melatih otak kita untuk bekerja dan berpikir. Orang-orang yang mengandalkan memorinya untuk menavigasi arah tujuan memperlihatkan adanya acara yang lebih banyak di hipokampus mereka. Hipokampus merupakan belahan dari otak besar yang bekerjasama dengan emosi, memori, dan sistem saraf otonom.

Spier mengatakan bahwa kegiatan hipokampus akan meningkat seiring dengan kompleksitas jalanan. Namun, kegiatan otak tidak akan meningkat dengan adanya skenario GPS. Mereka cenderung tidak peduli ada berapa banyak persimpangan ataupun perubahan arah yang harus dilalui.

Spier yakin kalau hipokampus dapat mengalami atrofi yaitu pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf kalau orang terus bergantung pada aplikasi GPS dan tidak mempekerjakan otak mereka. Ternyata, sebelumnya ada juga peneliti neurologis yang mendukung teori ini. Bahkan, mereka mengatakan bahwa atrofi hipokampus dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia dan penyakit alzheimer.

Penelitian sebelumnya juga menawarkan bahwa menghafal petunjuk arah di jalanan dan navigasi dari memori mampu meningkatkan kegiatan di hipokampus. Pada tahun 2011, sekelompok peneliti mengungkapkan sebuah studi yang memperlihatkan bagaimana seorang sopir taksi di London ternyata mempunyai materi bubuk-bubuk yaitu kumpulan sel-sel yang berkorelasi terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan yang padat dalam hipokampusnya yang berdampak positif terhadap kemampuan memori yang dimilikinya.
Berikut yaitu Bahaya Ketika Terlalu Bergantung Pada GPS yang bisa teknologi997.Kita semua  Sebaiknya bijak dalam memakai GPS. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi kita semua.
Sekian dan terimakasih.
Wassalam