Hati-Hati Beli Perangkat Pintar Untuk Anak

Perangkat cerdas sekarang bertebaran, mulai dari jam pintar hingga speaker. Tapi pengguna baiknya berhati-hati saat membeli perangkat-perangkat cerdas yang terhubung ke internet ini. 

Sebab, jikalau tak akil menentukan, bisa jadi perangkat pandai ini malah jadi senjata makan tuan. Sebab, perangkat pandai tanpa enkripsi (derma data dengan instruksi rahasia acak) malah bisa menciptakan perangkat simpel diretas dan disalahgunakan penjahat siber. 

Hal ini menyerupai terjadi di Jerman. Pemerintah Jerman gres saja membuat aturan yang melarang eksistensi arloji pintar untuk bawah umur. Pejabat setempat menganggap jam tangan pandai itu justru berpotensi membahayakan bawah umur.

Badan telekomunikasi Jerman, Bundesnetzagentur atau Federal Network Agency, resmi melarang penjualan jam tangan pintar untuk bawah umur. Mereka bahkan meminta para orang bau tanah menghancurkan jam tangan yang sudah telanjur mereka miliki.

Jam tangan pintar tersebut bisa mengirim dan mendapatkan data tanpa enkripsi. Hal itu menciptakan perangkat amat rentas diretas atau disulap menjadi alat bantu intel.

“Pembajakan data pribadi sangat mungkin terjadi pada perangkat pintar dengan tingkat keamanan rendah,” terperinci Ken Munro, ahli keamanan dari Pen Test Partners, seakan-akan dikutip BBC, pekan lalu. 

“Hal ini menjadi perhatian serius saat dipakai untuk jam yang bisa mendeteksi lokasi bawah umur lewat GPS,” tambahnya. 

Melalui aplikasi, orang tua bisa mengetahui berbagai macam kegiatan sang anak dari kejauhan. Lokasi pengguna arloji serta bunyi di sekitarnya bisa diketahui oleh orang renta dengan mudah.

Selain itu, jam tangan cerdas ini memang dilengkapi kartu SIM dan kemampuan menelepon yang terbatas. Kendali atas jam tangan cerdas bukan berada di bawah umur sebagai pengguna, melainkan di tangan para orang tua.

Tanpa adanya enkripsi, teknik peretasan sederhana bisa mengambil alih kendali perangkat itu dari tangan orang tua. Hal inilah yang membuat otoritas Jerman kesal.

“Melalui sebuah aplikasi, orang tua bisa memanfaatkan jam tangan bawah umur ini untuk mendengarkan lingkungan sekitar dan bisa dianggap sebagai sistem transmisi ilegal,” ujar Jochen Homann, presiden Federal Network Agency, seperti dikutip dari Raw Story

Laporan The Verge menyebutkan pemerintah Jerman bergotong-royong sudah diperingatkan wacana potensi ancaman dari arloji pintar untuk belum dewasa. Lembaga konsumen Eropa pernah mengumumkan kemampuan mendengar di arloji tersebut berpotensi membahayakan pada 2016 kemudian. Namun pengumuman itu diabaikan sampai munculnya keputusan melarang peredaran arloji pintar untuk belum dewasa.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi kita semua.
Sekian dan terimakasih
Wassalam