Google Cs Sapu Bersih 786 Situs Pembajak Di Rusia


Rozcomnadzor, agen pengawas telekomunikasi asal Rusia baru-baru ini merilis laporan bahwa Google dan beberapa penyedia internet yang beroperasi di Rusia berhasil menyingkirkan 786 situs pembajak konten dari hasil pencarian mereka.

Penghapusan tersebut dilakukan setelah pengadilan Moskow mengeluarkan perintah kepada para perusahaan internet untuk memblokir situs-situs tersebut secara permanen. Hasilnya, perusahaan mesin peramban seakan-akan Google, Yandex, Mail.ru, Rambler dan Sputnik sudah tak lagi menampikan hasil pencarian untuk situs-situs pembajak konten tersebut.

“Hingga saat ini, jalan masuk menuju 786 situs yang memiliki konten yang melanggar hak kekayaan intelektual telah diputus,” tegas Rozcomnadzor dalam laporannya.


Besar kemungkinan situs-situs yang diblokir yakni yang tidak mengindahkan laporan keluhan yang ditujukan kepada mereka dalam berbagai masalah lewat Pengadilan Negeri. 

Pihak lain yang juga ikut terkena aksi blokir ini adalah situs proxy dan situs replika lain yang menduplikasi konten ataupun memperlihatkan akses menuju domain-domain tersebut.


Laporan pemblokiran ini muncul sehabis adanya pertimbangan terhadap prosedur pemblokiran dalam waktu 24 jam yang bisa membuat domain tidak mampu diakses.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Juli kemudian mengeluarkan kebijakan yang menawarkan kanal pada Rozcomnadzor untuk mendaftarkan domain dan mengidentifikasi situs-situs yang berpotensi melanggar kebijakan legalitas konten. 

Kebijakan ini menghasilkan peraturan mengenai penyebaran informasi, teknologi informasi dan tunjangan informasi yang mulai diberlakukan sejak Oktober kemudian.

Sebagai kawan pemerintah, Rozcomnadzor berhak meminta operator situs untuk memblokir sumber yang dihentikan dan kalau tidak dilakukan maka operator informasi untuk akun memblokir situs dan layanan tersebut. Tidak hanya itu, hasil pencarian terhadap situs yang telah diblokir juga harus dihilangkan oleh mesin peramban untuk mencegah pengguna mengaksesnya.

Mengutip Torrentfreak, kebijakan ini membawa pro dan kontra, alasannya yakni penyedia layanan mesin pencari menganggap pembatalan tersebut tidak mempengaruhi eksistensi hasil pencarian yang akan tetap ada di internet meski tidak dimasukkan ke dalam indeks hasil pencarian. 


Penyedia layanan mesin pencari juga berpendapat bahwa wewenang melakukan penyensoran bukan ada di tangan mereka.

Sejauh ini belum ada garansi yang mengukur efektivitas agresi pemblokiran situs sehingga menciptakan Rusia dikenal sebagai salah satu negara paling ulet dalam menangkal pertumbuhan situs pembajakan. 

Pasalnya, laporan Group-IB memperlihatkan aksi pembajakan video di Rusia meningkat dua kali lipat pada Oktober lalu — momen ketika pemerintah mulai memblokir ribuan domain yang dianggap melakukan pelanggaran.

sumber: CNN indonesia

Tag: